Kagum Dengan Islam yang Rahmah, 2 Warga Jepang Bersahadat di Kantor NU. Kamu wajib sering belajar distribusi mendapatkan banyak pengetahuan. Disini mau berbagi kepada kalian yang suka sama kabar terkini, semoga bisa menjadikan kamu mendapatkan pilihan termulia internal membaca share terbaru.
Wartaislami.com ~ Setelah 12 orang warga Jepang masuk Islam menggunakan ketua Nahdhatul Ulama (NU) seputar waktu lalu. Kantor PBNU kembali kedatangan dua warga jepang distribusi mengikrarkan diri senagai muallaf. Mereka tertarik masuk Islam menggunakan NU karena Ormas terbesar di Indonesia ini istiqomah memperkenalkan Islam damai yang rahmatan lil alamin.
Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menuntun pembacaan syahadat seorang mualaf asal Jepang bernama Terao Taketoshi di Gedung PBNU, Jakarta, Senin lalu (14/3) malam. Terao diantar ke PBNU oleh karibnya yang sudah kian dahulu memeluk agama Islam yakni Muhammad Nobukazu Suzuki atau Ahmad Hideo Ogawa.
Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat atau didoakan oleh Kiai Said disaksikan Sekjen PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini serta pengurus PBNU lainnya, Terao diberi nama islam Hasan. Pria berkepala plontos tersebut merasa senang sama pemberian nama Hasan tanpa mengganti seluruh namanya.
Terkait sahabat Terao yang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dahulu langsung membuat kartu nama sama label Nahdlatul Ulama. Hal itu sempat membuat Kang Helmy berdecak kagum sama dua orang Jepang tersebut.
Sebelumnya ada dua orang mualaf yang mengucapkan syahadat di Gedung PBNU. Ada Hartono yang dituntun oleh Ketua PBNU KH. Abdul Manan atau diberikan nama Ahmad Hartono. Kedua, perempuan asal Medan yang dituntun syahadat oleh Kepala Perpustakaan PBNU H. Syatiri atau diberikan nama Siti Khatimah.
Pada bulan Februari lalu, Kiai Said Aqil Siroj diminta mengislamkan 12 orang yang merupakan sahabat atau teman dari Muhammad Suzuki atau Ahmad Ogawa, dua pengusaha Jepang yang sebelumnya telah masuk Islam di gedung PBNU bulan Desember 2015 lalu.
Kyai Said diajak ke Jepang oleh dua orang pengusaha muallaf tersebut. Disana,ia juga diminta mensyahadatkan 12 Muslim pertama kali.
Mereka ada yang berprofesi seperti pemilik hotel, pengusaha pelabuhan, asisten walikota, atau lainnya.
Sumber nu.or.id
Source Article and Picture : www.wartaislami.com
![]() |
| Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj saat mensyahadatkan dua warga Jepang |
Wartaislami.com ~ Setelah 12 orang warga Jepang masuk Islam menggunakan ketua Nahdhatul Ulama (NU) seputar waktu lalu. Kantor PBNU kembali kedatangan dua warga jepang distribusi mengikrarkan diri senagai muallaf. Mereka tertarik masuk Islam menggunakan NU karena Ormas terbesar di Indonesia ini istiqomah memperkenalkan Islam damai yang rahmatan lil alamin.
Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menuntun pembacaan syahadat seorang mualaf asal Jepang bernama Terao Taketoshi di Gedung PBNU, Jakarta, Senin lalu (14/3) malam. Terao diantar ke PBNU oleh karibnya yang sudah kian dahulu memeluk agama Islam yakni Muhammad Nobukazu Suzuki atau Ahmad Hideo Ogawa.
Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat atau didoakan oleh Kiai Said disaksikan Sekjen PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini serta pengurus PBNU lainnya, Terao diberi nama islam Hasan. Pria berkepala plontos tersebut merasa senang sama pemberian nama Hasan tanpa mengganti seluruh namanya.
Terkait sahabat Terao yang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dahulu langsung membuat kartu nama sama label Nahdlatul Ulama. Hal itu sempat membuat Kang Helmy berdecak kagum sama dua orang Jepang tersebut.
Sebelumnya ada dua orang mualaf yang mengucapkan syahadat di Gedung PBNU. Ada Hartono yang dituntun oleh Ketua PBNU KH. Abdul Manan atau diberikan nama Ahmad Hartono. Kedua, perempuan asal Medan yang dituntun syahadat oleh Kepala Perpustakaan PBNU H. Syatiri atau diberikan nama Siti Khatimah.
Pada bulan Februari lalu, Kiai Said Aqil Siroj diminta mengislamkan 12 orang yang merupakan sahabat atau teman dari Muhammad Suzuki atau Ahmad Ogawa, dua pengusaha Jepang yang sebelumnya telah masuk Islam di gedung PBNU bulan Desember 2015 lalu.
Kyai Said diajak ke Jepang oleh dua orang pengusaha muallaf tersebut. Disana,ia juga diminta mensyahadatkan 12 Muslim pertama kali.
Mereka ada yang berprofesi seperti pemilik hotel, pengusaha pelabuhan, asisten walikota, atau lainnya.
Sumber nu.or.id
Source Article and Picture : www.wartaislami.com

Komentar
Posting Komentar