Menkopolhukam: Nahdlatul Ulama Lahir porsi Indonesia. Kamu mesti sering belajar porsi mendapatkan banyak pengetahuan. Disini mau berbagi kepada kalian yang suka sambil keterangan terkini, semoga bisa menjadikan kamu mendapatkan pilihan terpilih internal membaca share terbaru.
KH Ali Ma’sum Lasem, KH Wahab Hasbullah, KH. Bisri Sjansuri, internal Muktamar NU ke-25
Wartaislami.com ~ “Andai enggak ada NU bisa Indonesia enggak ada”, ucap Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. Luhut Binsar Panjaitan begitu mengagumi NU, terutama internal perannya di internal memperjuangkan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mata Luhut nyata berkaca-kaca ketika mengucap, “Di sini tempat lahir tokoh sentral Nahdlatul Ulama, K.H. Abd. Wahab Chasbullah, seorang yang mengantongi jiwa visioner. Tak terbayangkan oleh kita bagaimana bisa pada tahun 1924 beliau sudah mampu memotret masa depan bangsa sambil menciptakan lagu cinta tanah minuman.” ungkapnya saat memberi pengarahan pada silaturahim ulama pesantren, Rabu (16/03), di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang dilansir KBAswaja
Perlu diketahui bahwa K.H. Abd. Wahab Chasbullah jujur pencipta lagu berbahasa Arab, “Hubbul Wathon“, yang kalau diterjemahkan menjelma:
“Pusaka hati wahai tanah airku. Cintamu internal imanku. Jangan halangkan nasibmu. Bangkitlah hai bangsaku.
Indonesia negeriku. Engkau panji martabatku. Siapa datang mengancammu. Kan binasa di bawah dulimu”.
Luhut juga nyata manggut-manggut ketika mendengar K.H. Abd. Mujib Imron, S.H. M.Hum., yang biasa disapa Gus Mujib, membacakan Pernyataan Ulama Pesantren internal menyikapi perkembangan kehidupan berbangsa serta bernegara.
Luhut bukan main serius ketika Gus Mujib melaporkan bahwa ulama NU bukan main paham kewajiban bela negara, “Induk organisasi kami jujur PBNU. “P” artinya Pancasila. “B” Bhineka Tunggal Ika. “N” Negara Kesatuan Republik Indonesia. “U” Undang-Undang Dasar 1945″.
Keseriusan Luhut bisa karena selama ini yang beliau dengar bahwa kepanjangan dari singkatan PBNU hanyalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Luhut kemudian memeluk Gus Mujib saat beliau selesai membacakan pernyataan.
Semoga NU semakin jaya serta sanggup menjelma tiang penyangga porsi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Amin…(KBAswaja) via nu.or.id
Source Article and Picture : www.wartaislami.com
KH Ali Ma’sum Lasem, KH Wahab Hasbullah, KH. Bisri Sjansuri, internal Muktamar NU ke-25Wartaislami.com ~ “Andai enggak ada NU bisa Indonesia enggak ada”, ucap Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. Luhut Binsar Panjaitan begitu mengagumi NU, terutama internal perannya di internal memperjuangkan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mata Luhut nyata berkaca-kaca ketika mengucap, “Di sini tempat lahir tokoh sentral Nahdlatul Ulama, K.H. Abd. Wahab Chasbullah, seorang yang mengantongi jiwa visioner. Tak terbayangkan oleh kita bagaimana bisa pada tahun 1924 beliau sudah mampu memotret masa depan bangsa sambil menciptakan lagu cinta tanah minuman.” ungkapnya saat memberi pengarahan pada silaturahim ulama pesantren, Rabu (16/03), di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang dilansir KBAswaja
Perlu diketahui bahwa K.H. Abd. Wahab Chasbullah jujur pencipta lagu berbahasa Arab, “Hubbul Wathon“, yang kalau diterjemahkan menjelma:
“Pusaka hati wahai tanah airku. Cintamu internal imanku. Jangan halangkan nasibmu. Bangkitlah hai bangsaku.
Indonesia negeriku. Engkau panji martabatku. Siapa datang mengancammu. Kan binasa di bawah dulimu”.
Luhut juga nyata manggut-manggut ketika mendengar K.H. Abd. Mujib Imron, S.H. M.Hum., yang biasa disapa Gus Mujib, membacakan Pernyataan Ulama Pesantren internal menyikapi perkembangan kehidupan berbangsa serta bernegara.
Luhut bukan main serius ketika Gus Mujib melaporkan bahwa ulama NU bukan main paham kewajiban bela negara, “Induk organisasi kami jujur PBNU. “P” artinya Pancasila. “B” Bhineka Tunggal Ika. “N” Negara Kesatuan Republik Indonesia. “U” Undang-Undang Dasar 1945″.
Keseriusan Luhut bisa karena selama ini yang beliau dengar bahwa kepanjangan dari singkatan PBNU hanyalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Luhut kemudian memeluk Gus Mujib saat beliau selesai membacakan pernyataan.
Semoga NU semakin jaya serta sanggup menjelma tiang penyangga porsi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Amin…(KBAswaja) via nu.or.id
Source Article and Picture : www.wartaislami.com
Komentar
Posting Komentar